MindBox

#3th #nailart #transparant #pink #silver #pinkstar #beautynail
#nail #art #second #trial #yellowflower #beautynail
YUI - YOU

gak sengaja dapat film dr negeri sakura (jepang) yang judulnya “paradise kiss”, terus ada ost nya yang sekali denger bisa bikin gw inget terus-terusan.. walaupun gak tau artinya apa, tapi berdasarkan penilaian pribadi gw bisa bilang kalo lagu ini bagus :)

YUI - You (ost paradise kiss)

Mengenang Papa..

Papa.. hampir 6 bulan sudah setelah kepergianmu

Sudah pasti aku rindu, sudah pasti itu terasa menyakitkan

Paa.. rasanya seperti baru kemarin kau menyanyikan lagu untuk mengahantarku tidur

Rasanya baru kemarin kau bercanda tawa denganku

Rasanya seperti kau masih ada disini

 

Aku terbangun tiap pagi, mencarimu, menatap kursi kayu disisi meja ruang tamu

Berharap kau ada di sana menyapaku « selamat pagi boru hasian »

Tersadar, apa yang aku cari ?

Kau sudah tentu lebih bahagia sekarang.

Haahh, egoiskah aku yang masih terus menangisi kepergianmu..

Tidak benar-benar merelakanmu meraih kebahagiaan abadi bersama sang Pencipta.

 

Hari berlalu sangat cepat..

Secepat remuknya hati ini karena rindu yang tak mungkin terobati

Betapa kerasnya pun aku merindukanmu, kau tidak akan ada lagi disini untuk kupeluk

 

Aku ingat, dengan sangat jelas, bagaimana rasanya menggenggam tanganmu..

Merasakan guratan-guratan kasar hasil perjuangan seumur hidupmu

Menyentuh wajahmu, sepertinya aku bisa langsung mengenalimu walaupun aku menutup mata.

Papa tersayang.. hal yang aku suka dari mengingatmu

Aku ada dipangkuanmu, kau memelukku

 sambil bernyanyi kau usap rambutku

Aku mendekatkan kepalaku, seolah-olah aku dapat mendengarkan lagu yang kau nyanyikan dari degupan jantungmu

Setiap helaan nafasmu dapat ku ingat..

Rasanya damai sekali, tidak butuh waktu lama pasti aku sudah terlelap

 

Terlalu banyak hal yang bisa ku ingat, semakin sering juga airmata ini jatuh..

Sedih, bangga, dan penuh rasa syukur..

Begitu baiknya Tuhan karena menempatkan aku di dunia, menjadi seorang anak dari ayah hebat sepertimu

Edison Rudolf Djuangga Marpaung

22 tahun lebih Tuhan berikan aku kesempatan untuk hidup bersamamu

Belajar menjadi tangguh, hidup penuh rasa syukur, dan bahagia seperti apapun hidup ini ku jalani.

Terima kasih paa, terima kasih untuk begitu setia berjuang demi istri dan anak-anakmu

Terima kasih untuk begitu sabar memahami kami

Memaafkan kami, dan tidak membiarkan kami terpuruk dalam kegagalan kami..

Terimakasih telah menjadi sahabat, pendengar, dan motivator nomor satu di masa suka dan duka kami

Terima kasih, untuk begitu banyak berkorban tanpa pernah mengeluh, bahkan tidak pernah menunjukan betapa beratnya hidup yang kau jalani selama ini.

Terima kasih untuk selalu menguatkan kami, dengan selalu tersenyum saat duka itu datang.. itu sudah lebih dari cukup.

Sekarang aku hanya bisa memiliki kenanganmu, tentu tidak akan pernah sama dengan masa-masa waktu kau ada disini..

Tapi itu cukup.. karena dengan begitu bagian dirimu yang tidak akan pernah hilang akan selalu bersamaku..

 kenangan bersamamu papa tersayang

Salam Untuk Papa di Surga

Dia luar biasa..

Setiap mengingatnya yg muncul pertama kali dalam benakku adalah rasa syukur,

Bersyukur karna Tuhan sudah tempatkan aku dalam keluarga îήî

Menempatkanku sebagai seorang anak dari sosok ayah paling hebat di seluruh dunia. Ayahku Edison Rudolf Juangga Marpaung.

Dia lucu, selalu ada hal untuk mencairkan suasana dan memecahkan tawa dalam ruangan.

Dia punya nuansa hangat yg khas lewat tawa, sapaan, dan suaranya

Dia punya kasih yang luar biasa terpancar lewat pelukan dan nasihatnya.

Orang-orang sering bilang “jika mau ťåü gambaran Tuhan di dunia, maka lihatlah sosok seorang ayah”

Aku setuju.. Ayahku dia begitu “sempurna” dimataku.

Dia suka bercerita, apa saja yg pernah dia alami.

Masa kecilnya, sukanya, dukanya, semuanya yg pernah terjadi dalam hidupnya.

Dia suka mengulang semua cerita ketika semua keluarga besar berkumpul. Aku hanya menatapnya dengan terpukau. Mengandaikan diriku dan dia ada dalam setiap ceritanya bersama-sama.

Dia juga suka bernyanyi (lagu batak khususnya), setiap pagii di dalam mobil pick up hitam yang biasanya mengantarkan kami kerja dia selalu bernyanyi utkku, di ruang tamu rumah bersama2 dengan kakak2 dan abangku dengan dibumbui tawa2 kecil dan cerita2 mengagumkan..

Setiap lagu punya cerita, kami gak begitu ngerti bhs.batak, jadi biasanya sambil bernyanyi dia akan mengartikannya utk kami.

Dia juga suka marah2, marah tentang hal-hal yang kadang membuat aku bingung, dan salah tingkah. Karna mau aku ngapain ǎjǎ gak akan mengurangi kekesalannya.

Aku menggerutu ketika dia marah, aku bisa ngambek sampai berhari2 kalau papa marah.

Tapi dia punya cara yang khas utk membuatku luluh, dia akan memanggilku “boru hasian bapak" sambil mengusap kepalaku dan memelukku.. Kemudian dia akan berkata "jadi kita udah temanan dek".. Aku hanya bisa tersenyum sambil mengusap2 perut besarnya, skrg aku kangen mendengar marahnya papa..

Aku, abangku, dan kakakku suka bercerita sama papa, semua masalah kami.

Dia hanya akan berkata “slow tenang, jalani ǎjǎ dulu, semua pasti bisa dihadapi, berserah ǎjǎ sama Tuhan” setelah dia berkata itu dia pasti memberikan senyumannya.. Seperti mengisyaratkan bahwa sesuatu yang buruk pasti akan kami lewati dengan baik.. Memberi keyakinan pada kami, bahwa kami sanggup.

06 desember 2012, duniaku seperti dihancurkan seketika.. Tanpa menyisakan pondasi2 kuat utk membangunnya kembali.

Ketika dokter berkata di ruang ICU bahwa pembuluh darah di batang otak utama papaku sudah pecah, dan semua organ vital tubuh papaku sudah tidak berfungsi.

Aku hanya bisa mendengar tangisan, hanya melihat kegetiran dan kesedihan. Aku mencarinya “papaku” terbaring dalam kasur rawat rumah sakit, “tidak berdaya”. Aku kenal dia sebagai sosok tangguh, tapi kini aku hrs mlihatnya tdk berdaya.

Aku bertanya “kenapa secepat îήî Tuhan?”

Aku baru saja menghabiskan tawa di pagii Ђά̲̣яΐ seperti biasa dengannya, kemudian ϑªlά̲m hitungan menit lgsg diperhadapkan dalam situsai yang seperti mimpi.

Aku mulai merasa mukaku begitu panas, berat, dan basah krn air mata. Aku melihat kakak2ku dan abangku menangis dan begitu hampa. Kemudian bergumam dalam hati “Tuhan ternyata îήî bukan mimpi”.

7 Ђά̲̣яΐ dalam ruang ICU, berat rasanya memasuki ruang ICU krn kami hrs menahan tangis utk tidak memberatkan beban papa, krn yg kami mau hanya memeberi dukungan dan kekuatan utk papa, walaupun setiap masuk ruang ICU kami hrs mendengarkan penjelasan dokter tentang kondisi papa yg membuat kami merasa runtuh.

7 hari papa berjuang dengan penyakitnya, menunjukan mujizat2 Tuhan lewat respon yg dia berikan, progress yang dia tunjukan.

Walau secara medis dokter tdk bisa menjelaskan kemajuan yang dia tunjukan.

Kami berdoa pada Tuhan “untuk memberikan kami kesempatan bisa berkomunikasi dg papa walau hanya sebentar” dan Tuhan berikan lewat respon2 papa ketika kami berbicara.

Kami berdoa pada Tuhan utk dicukupkan dalam pembiayaan rmh sakit papa, dan dia curahkan berkatnya trs menerus lewat orang2 yang mengasishi papa.

Kami berdoa utk diberikan kekuatan dan hati yg berserah dalam menanti kesembuhan papa, dan Tuhan juga berikan.

Tapi pengharapan itu msh menjadi sebuah tanya, dengan cara apa Tuhan sembuhkan papa.

Akhirnya Tuhan jawab doa kami. Dia sembuhkan papa, dia sembuhkan papa tanpa sakit yg tertinggal dalam dirinya lagi, dia selamatkan papa dari rasa sakit yg menyiksanya.

12-12-12, Tuhan sembuhkan papa secara abadi, papa tidak hanya sembuh secara fisik tapi juga rohnya.. Tuhan sayang papa itu yang kami yakini. Tuhan tidak menyiksanya terlalu lama dalam rasa sakit, Tuhan beri papa kekuatan utk bertahan selama 7 Ђά̲̣яΐ sampai Ђά̲̣яΐ ulang tahun kakakku christine tepat di tanggal 12-12-12, Tuhan penuhi janjinya.

Kami kehilangan papa itu benar, kami sangat sediih itu juga benar, tapi kami ťåü bahwa papa sudah tenang, papa sudah sembuh, papa sudah bersama Tuhan, akhirnya papa sampai di sorga.

Kami kangen pelukan papa teramat sangat, setiap sudut rumah punya kisah tentang papa, kami rindu papa.

Masih terngiang sapaan hangat papa tiap pagii, candaan papa yang bikin kami semangat tiap pagii. Dan pelukan erat papa dari badannya yang hangat dan bernuansa teduh.

Salam untuk papa di sorga:

"Tuhan, papa sudah sama Tuhan ya di sorga? Sampaikan salamku utk papa ya Tuhan, tolong sampaikan kalo kami semua sangat sayang papa, kami kangen papa, tapi bilang juga sama papa kalo papa gak perlu kuatirkan kami, karna papa sudah berhasil didik kami utk jd tangguh dan kompak. Tuhan tolong bilang sama papa utk selalu hadir dalam setiap doa kami bersama2 denganMu Tuhan. Aku juga mau ucapin terimakasih Tuhan karna Tuhan sudah bimbing dan kuatkan aku bersma kakak2 dan abang2ku juga mama dalam menghadapi pergumulan kami, terimakasih sudah menjadi BAPA yg sejati utk kami di setiap tangisan kami. Salam dan peluk hangat anak2mu terkasih :* (Mama, Eko, Vlora, Franky, Christine, Maria, Tia)"

Superhuman (by ChrisBrownVEVO)

“Bagian Cinta Dalam Dirimu”

—   

dapatkah kamu membayangkan

seberapa besar cinta dapat membawa dirimu

dalam sebuah fase antara nyata dan fana

dapatkah kamu mengetahui

ketika cinta itu datang

merasuk dalam tulang dan darahmu

dan menjadi bagian dalam tidur dan sadarmu

menolak cinta ketika dia datang

namun kau tak ingin mengenalnya

menghentikannya untuk menghampirimu

ketika kau sadar

bahwa sesering apapun dia menyapamu

cinta takkan pernah bisa menjadi bagian dari dirimu

maukah kau bertahan dalam ketulusan

untuk cinta yang masih menjadi mimpimu

bertahan menghadapinya meski kau tahu

bahwa kau tak lagi kuat untuk menahannya merasuki jiwa dan nafasmu

dan mengambil sebagian dari dirimu

mampukah kau untuk memandangnya

tanpa pernah bisa menyentuhnya

bertahan dalam keteguhan hatimu

untuk tetap bisa menikmati keindahannya

“Ku sebut itu ANUGERAH”

—   

Matanya..

ya aku sebut itu anugerah

betapa baiknya Tuhan

yang memberikan tatapan yang begitu mempersona

sekejap duniaku terhanyut begitu dalam

seperti terhilang dan sulit kembali dalam angan sadar

hanya ingin terbuai dalam sinar lembut matanya

tanpa harus menghadapi kenyataan

bahwa aku hanya bisa mengagumi tanpa bisa memilikinya

Dia tak perlu mengatakan apapun

hanya perlu memberiku waktu lebih lama

untuk menikmati keteduhannya

dia seperti membawa ragaku dalam musim semi yang indah

merekahkan bunga yang memberi “semu” merona pada pipiku

angan ku terbuai seperti hidup dalam mimpi

setiap detik yang kuhabiskan dalam anganku

aku tau bahwa yang aku harap tatapannya itu hanya untukku

dunia memang fana, tapi dalam matanya aku mengenal kesejatian

written by : Maria Anggraeni Marpaung [bukan kutipan]

allthingseurope:

Hohenwerfen Castle, Austria (by daphot75)

allthingseurope:

Hohenwerfen Castle, Austria (by daphot75)